Pages

DIJUAL; KOLEKSI KOI UNIK (SOLD OUT)

Untuk yang ingin tampil beda...
JENIS        : SANKE GINRIN BONZAI
UKURAN : up 30 cm
HARGA    : Rp.600.000

Jika anda tertarik call me di 081380798998 (yossy) atau email 1001goldfish@gmail.com
Bisa diantar, daerah di luar Jabodetabek ditambah ongkos kirim.

KRITERIA MEMILIH KOI YANG BAIK

Kriteria dalam memilih Kohaku yang baik:
  • Kohaku yang baik adalah kohaku memiliki warna putih seputih salju (tidak kecoklat2an atau kekuning2an).
  • Tanda Merah (Hi) yang lebih baik adalah yang gelap tetapi cerah.
  • Hi yang baik adalah yang tersebar diseluruh badan.
  • Hi yang besar lebih baik dari yang kecil.
  • Kohaku yang tidak terdapat / terkena Hi dikepalanya ("bald head" / kepala botak) kurang berharga.
  • Hi dikepala sebisa mungkin tidak melebihi mata, rahang dan pipi tetapi boleh mencapai hidung atau mata (asal tidak melebihi).
  • Kohaku yang memiliki Hi yang mencapai mulut disebut "Hanatsuki".
  • Kohaku yang memiliki Hi yang tersebar / memenuhi kepala / wajah disebut "Menkaburi".
  • Kohaku yang memiliki Hi yang terdapat di bibir / mulut disebut "Kuchibeni".
  • Dalam kasus dimana bentuk Hi dikepala tidak baik dan juga melebihi mata, tanda "Kuchibeni" diperlukan.
  • Tanda merah diperlukan ada didekat pangkal ekor, dan disebut "Ojime". Ojime paling tidak berjarak 1-2 cm dari pangkal ekor.
  • Corak bagian belakang, dekat ekor, kalau bisa easy looking (jangan terlalu besar).
  • Memiliki Kiwa yang tegas dan jelas, tidak blur atau ber-gradasi. (Kiwa adalah pertemuan antara 2 warna yang berbeda.)
  • Komposisi antara warna merah dan putih 70 : 30
  • Kohaku yang untuk kontes, jangan ada tompel merah di pipinya.
Jenis-jenis Kohaku:
  • Step Type, adalah kohaku yang memiliki pola berstep; 2 step (Nidan), 3 step (Sandan), 4 step (Yondan).
  • Straight Hi, adalah kohaku yang memiliki Hi tidak terputus dari kepala hingga ekor.
  • Lightning Hi, adalah kohaku yang memiliki Hi berpola seperti halilintar (Inazuma Kohaku)
  • Gotenzakura, adalah kohaku yang memiliki Hi berpola bulat2 (seperti buah Cherry) rapi dan simetris.
  • Maruten Kohaku, adalah kohaku yang memiliki Tancho (bulatan) di kepalanya.
  • Masih banyak lagi jenis2 kohaku yang lainnya seperti : Doitsu Kohaku, Kinzakura, Fuji Kohaku, Kanoko kohaku, Platinum Kohaku, Kinginrin Kohaku, dll. Tetapi untuk kontes (show), biasanya lebih disukai Tipe Step dan Inazuma, bahkan belakangan ini tipe Maruten kohaku juga mulai disukai untuk kontes. Tetapi penilaian ikan juga tidak terlepas dari nilai keseluruhan dari ikan ybs.
Kriteria dalam memilih Sanke yang baik:
  • Untuk warna putih seputih salju, merah semerah darah dan hitamnya pekat.
  • Merah di kepala sebisa mungkin tidak melewati mata, pipi, mulut bahkan kalau perlu jangan melewati hidung.
  • Sanke yang istimewa tidak memiliki sumi (hitam) dikepalanya.
  • Sumi diatas warna putih (Tsubo-Sumi) lebih disukai dibandingkan sumi diatas warna merah (Kasane-Sumi).
  • Komposisi antara warna merah, putih dan hitam adalah 70:20:10
  • Sirip dengan lebih sedikit strip (garis2 hitam) lebih elegan dibandingkan dengan yang lebih banyak strip.
Jenis-jenis Sanke:
  • Taisho Sanke.
  • Aka-Sanke; Taisho Sanke dengan warna merah (Hi) yang lebih dominan dan menyebar dari kepala ke ekor. Memang lebih impresif tapi kurang elegan.
  • Yamato-Nishiki; Taisho Sanke Hikarimoyo (metalik).
  • Fuji-Sanke: Taisho Sanke dengan memiliki aksen silver di kepalanya.
  • Kanoko Sanke, Doitsu Sanke, Kinginrin Sanke, Tancho Sanke, Koromo Sanke dan Sanke-Shusui.
Kriteria dalam memilih Showa yang baik:
  • Untuk warna putih seputih salju, merah semerah darah dan hitamnya pekat.
  • Pangkal sirip depan hitam (motoguro). Ingat hanya pangkalnya saja, Tidak putih semua atau hitam semua dan juga tidak ada stripe merah.
  • Diperlukan tanda Hi (merah) yang besar di kepala.
  • Diperlukan paling tidak 20% warna putih. Warna putih diperlukan pada kepala, pangkal ekor dan punggung.
  • Komposisi antara warna merah, putih dan hitam adalah 60:20:20
  • Sumi (Hitam) dikepala membagi Hi menjadi 2, lebih impresif  lagi jika membentuk huruf V dan berpangkal di hidung.
Jenis-jenis Showa:
  • Showa Sanshoku.
  • Kindai Showa; Showa yang didominasi warna putih.
  • Hi Showa; Showa yang didominasi warna merah.
  • Boke Showa; Showa dengan sumi yang blur dan muda (abu2).
  • Kage Showa; Showa dengan bayangan potongan2 kecil sumi pada Hi atau warna putihnya.
  • Doitsu Showa, Kanoko-Showa, Koromo Showa, Showa Shusui, Kin Showa dan Gin Showa.
Perbedaan mendasar Sanke dan Showa:
  • Taisho Sanke tidak memiliki Sumi di kepalanya.
  • Sumi pada Taisho sanke hanya menyebar di punggungnya. Sumi pada Showa menyebar dihampir seluruh tubuhnya.
  • Sirip depan Taisho Sanke putih atau ber-strip, sedangkan Showa memiliki sumi pada pangkalnya (motoguro).
Penilaian lomba biasanya meliputi:
  • Figure / bentuk tubuh - Tulang belakang yang lurus dan lekuk tubuh yang "pas", Sirip yang indah, Bentuk kepala yang bagus, Panjang-tinggi-lebar yang seimbang/ proporsional.
  • Warna - warna harus cemerlang.
  • Patern/ pola - harus ber pola "well-balanced".
  • Kualitas - tidak dapat dijelaskan dengan kata2, tetapi dapat diketahui dengan pengalaman.
  • Elegan - koi yang gendut tidak proporsional/ terlalu buncit sangat tidak elegan. Bentuk dan besar dari pectoral fin sangat mempengaruhi ke-elegan-an seekor koi, begitupun cara berenangnya.
  • Imposing appearance - dalam suatu kasus apabila ada 2 ekor dengan nilai keindahan yang sama, maka koi yang lebih besar akan memiliki nilai "lebih".
Perbedaan Koi Import dan Koi lokal
KOI IMPORT:
- Koi didatangkan dari Jepang.
- Bodinya lebih memanjang dan warna putih pekat.
- Matanya agak keluar dan besar.
- Warnanya lebih tajam (koi pilihan / di Jepang penyeleksian koi benar2 ketat).
- Harganya lebih mahal (karena biaya produksinya tinggi dan lewat bea cukai).
KOI LOKAL:
- Koi hasil pemijahan sendiri dan sudah turunan kesekian dari koi import.
- Bodinya agak membulat dan warna putih kurang pekat.
- Matanya tidak besar dan wajar.
- Warna ada yang tajam dengan seleksi yang ketat.
- Harga lebih murah dari koi import (biaya produksi rendah dan tidak pakai cukai).
Catatan:
Koi Lokal banyak yang baik, tergantung proses reproduksi (pemilihan induk dan penyeleksian yang ketat).
Bahkan pedagang koi suka mengatakan "KOI IMPORT" padahal koi lokal yang mempunyai kualitas baik.
Sebetulnya semua ikan koi dari Jepang, yang ada di Indonesia sudah turunan yang kesekian.




Sumber : Koi Lokal (varietas nishigoi,2002)
                Http://koilokal.tripod.com/

VARIETAS KOI

Terdapat lebih dari 80 jenis varietas Koi.
Untuk memudahkan penggolongan pada waktu kontes, maka koi di golongkan dalam 16 kelompok warna, yaitu:
Kohaku:Kohaku adalah Koi putih dengan pola warna merah. Warna putih pada Kohaku menjadi pusat perhatian untuk menentukan kualitasnya. Putihnya harus benar-benar putih sedangkan warna merah harus pekat dan cerah. Kohaku, Taisho Sanshoku dan Showa Sanshoku adalah verietas yang paling populer, mereka disebut "Gosanke (3 Besar)." Taisho Sanshoku:Taisho Sanshoku adalah Koi putih dengan pola warna merah dan hitam. Karena varietas ini ditemukan pada era Taisho di Jepang, maka disebut "Taisho Sanshoku" atau disebut "Taisho Sanke" atau "Sanke".
Showa Sanshoku:Showa Sanshoku adalah Koi hitam dengan pola warna merah dan putih. Disebut Showa karena varietas ini ditemukan pada era Showa di Jepang. Singkatnya disebut "Showa Sanshoku" atau "Showa". Utsuri mono:Utsuri mono adalah Koi hitam dengan pola warna putih (Shiro Utsuri), merah (Hi Utsuri) atau kuning (Ki utsuri).


Bekko:Bekko adalah Taisho Sanshoku yang tidak ada pattern/pola warna merah (Shiro Bekko). Jenis yang lain meliputi Aka Bekko (koi merah dengan pola warna hitam), Ki Bekko (koi kuning dengan pola warna hitam). Asagi:Koi biru keabu-abuan dengan warna merah di sisi badannya, sisi kepala dan sirip. Shusui:Shusui adalah Koi jenis Asagi dari kelompok Doitsu (Koi dengan sisik hanya dibagian punggung / sisi saja).


Koromo:Koromo adalah Koi dengan pola warna merah indigo yang sekelilingnya berwarna gelap. Goshiki:Goshiki adalah Koi jenis Asagi yang mempunyai pattern warna merah. Hikari Muji: Adalah Koi metalik yang berwarna tunggal.



Hikari Moyo:Hikari Moyo adalah Koi metalik dengan 2 atau 3 warna, kecuali jenis Utsuri dan Showa yang berwarna metalik, jenisnya meliputi:
Hariwake- Koi perak dengan pola warna kuning keemasan
Kikusui- Doitsu Hariwake dengan pola warna merah
Yamato Nishiki- Taisho Sanshoku yang berwarna metalik
Heisei Nishiki- Taisho Sanshoku metalik jenis Doitsu
Kujyaku- Goshiki metalik
Hikari Utsuri: Jenis Utsuri yang berwarna metalik, jenisnya meliputi:
Kin Showa- Showa metalik
Gin Shiro Utsuri- Shiro Utsuri metalik
Kin Ki Utsuri- Ki Utsuri metalik
Tancho:
Tancho adalah Koi dengan bulatan merah di kepalanya. Berdasarkan pattern/pola warna lain dibadannya, Tancho dibedakan jenisnya antara lain:Tancho Kohaku, Doitsu Tancho Kohaku, Tancho Showa, Tancho Goshiki.


Kin Ginrin:Kin Ginrin adalah Koi dengan sisik keemasan atau keperakkan. Doitsu:Koi dengan sisik hanya dibagian punggung / sisi saja.


Kawari mono: Adalah Koi non metalik yang tidak termasuk dalam kelompok lainnya. Contohnya Chagoi (Koi coklat/hijau kecoklatan/kuning kecoklatan), Ochiba shigure (Koi biru abu-abu dengan pola warna coklat), Kumonryu, Beni Kumonryu, dll.






Sumber : Koi Lokal (varietas nishigoi,2002)
                Http://koilokal.tripod.com/

BAGAIMANA CARA MEMIJAHKAN KOI YANG BAIK

Dear Koi lover,

Yuk kita bahas bagaimana cara pemijahan koi...beberapa hal yang patut diperhatikan adalah :
-Indukan koi
-Kolam pemijahan
-Cara memijahkan
-Penetasan
-Perawatan benih
-Seleksi anakan

A.INDUKAN KOI

Pilih indukkan yang produktif.Cara paling sederhana adalah menunggu salah satu dari calon indukan buang telor.Telor pertama dari indukan ini tidak usah ditetaskan,karena kemungkinan presentase anakan ikan cacat / jelek sangat besar..maklum, kan lagi belajar bertelur..:)
Umur indukan koi bisa yang berumur 1-2 tahun.
Setelah menemukan indukan yang produktif, cari jantanan yang aktif, cirinya di sirip dada terdapat bintik pasir yang ketika diraba terasa kasar..Paling tidak ada 3 jantan untuk membuahi 1 betina, agar presentase keberhasilan pemijahan lebih besar.
Oh iya,pilih warna induk yang bagus, pekat , tidak berantakan, dengan harapan anakannya akan menjadi bagus sesuai keinginan kita.

B.KOLAM PEMIJAHAN
Kolam pemijahan harus terpisah dari kolam hias, karena dalam kolam pemijahan inilah telur ikan nantinya dipelihara hingga menetas.Sebaiknya pemijahan dilakukan di kolam tanah, tetapi bila ingin memakai kolam semen cukup ukuran 3-6 m2, dimana ikan jantan bisa mengejar betina dengan cepat, karena tempat tidak terlalu luas.kedalaman antara 0,5 m-1 m.
Untuk kolam penetasan bisa dipakai kolam ukuran 2 x 2 m2 dengan kedalaman 0,3 m.Pembesaran bisa memakai kolam ukuran 3 x 3 ketinggian 2 m.
Khusus untuk kolam, jangan lupa aktifkan filter untuk menjaga kualitas air

C.CARA MEMIJAHKAN

Indukan dimasukkan sore hari sekitar pukul 16.00 dan biasanya mulai memijah tengah malam. Induk betina akan berenang mengelilingi kolam dengan diikuti induk jantan di belakangnya. Setelah itu induk jantan menempelkan badannya ketika mengikuti induk betina. Pada puncaknya, induk betina akan me­ngeluarkan telurnya dengan sesekali meloncat ke udara. Aktifitas betina ini segera diikuti jantan dengan mengeluarkan cairan sperma.

Telur-telur yang terkena sperma akan menempel pada kakaban dan susah lepas. Juga ada sebagian telur yang jatuh ke dasar kolam. Perkawinan selesai pada pagi hari. Induk segera dipisah dengan telurnya. Jika terlambat, telur bisa dimakan habis oleh induknya

Untuk mencegah agar tidak terserang jamur, telur-telur direndam dulu dalam larutan Malachytgreen  selama 15 menit sebelum ditaruh di kolam penetasan. Ketika akan merendam telur-telur ini, sebaiknya kakaban digoyang-goyangkan pada air agar kotoran yang mungkin menutupi telur bisa lepas.


D.PENETASAN TELUR

Agar menetas dengan baik, suhu air harus tetap konstan. Jika suhu terlalu dingin, penetasan akan berlangsung lama. Jika suhu terlalu tinggi, telur bisa mati dan membusuk.
Agar telur bisa terendam semua, rangkaian kakaban harus "ditenggelamkan" ke dalam kolam. Untuk itu bisa memakai jasa gedebog pisang. Potong tiga buah gedebog pisang sepanjang 40 cm, lalu letakkan di atas kakaban dengan dua ruas bambu sebagai alasnya. Agar bisa stabil, gedebog diratakan salah satu sisinya.

Dalam tempo 2-3 hari telur koi sudah mulai menetas. Setelah menetas kakaban diangkat dan dipindahkan ke tempat lain. Nantinya kakaban bisa dipakai lagi di lain kesempatan.
Benih koi umur seminggu masih lembut. Umumnya orang menetaskan telur koi dalam hapa yaitu kantong yang bermata lembut yang biasa untuk menampung benih. Di hapa, benih koi lebih mudah dikumpulkan dan tidak hanyut terbawa aliran air.

E.PERAWATAN BENIH

Benih yang sudah berenang bebas harus dipindahkan ke kolam pembesaran. Kolam pembesaran ini harus dipersiapkan, agar ditumbuhi pakan alami, seminggu sebelum pemijahan. Adapun langkah-langkah persiapannya sebagai berikut :

Kolam dikeringkan selama dua hari di bawah terik matahari dan disemprot dengan pestisida agar binatang yang tidak dike­hendaki mati. pestisida yang dipakai Dipherex atau Nogos de­ngan dosis 0,5-1,0 ppm. Kemudian untuk menyediakan pakan alami berupa binatang renik, kolam dipupuk dengan kotoran ayam dan jerami. jerami ditindih dengan batu dan diletakkan di sudut­sudut kolam. Volume kotoran ayam 1,5 kg/m2. Pintu pemasukan air ke kolam harus diberi saringan.

Dalam beberapa hari, air yang terkena jerami akan berubah warna menjadi merah kecoklatan. Namun, beberapa hari kemu­dian akan jernih kembali. Jika pemberian kotoran ayam dan jerami tepat, dalam beberapa hari kemudian akan tumbuh infusoria dan fitoplankton. Pada saat ini benih-benih koi sudah bisa di masukkan setelah kurang lebih sepuluh hari, daphnia akan tumbuh.

Jika tidak dapat menumbuhkan pakan alami, terpaksalah memberi pakan benih koi dengan pakan buatan seperti kuning telur yang direbus, tepung udang, susu bubuk untuk anak sapi, dan pakan tepung khusus untuk koi. Untuk menjaga agar air tidak busuk oleh sisa pakan buatan, di kolam dimasukkan air baru agar sisa pakan hanyut.

F.SELEKSI ANAKAN


Kegiatan paling sulit dari rangkaian kegiatan pemijahan adalah penyeleksian benih. Penyeleksian dilakukan ketika benih berumur 1 hingga 3 bulan, dan benih dipisahkan menurut ukuran tumbuh dan jenisnya. Ada beberapa ekor koi yang umumnya tumbuh kelewat bongsor, sedangkan sebagian lagi sangat lambat. Penyeleksian ini juga membantu koi yang pertumbuhannya lambat bisa tumbuh normal kembali.

Selama 1-3 bulan penyeleksian dilakukan sebanyak 3 atau 4 kali. Seleksi pertama, dilakukan sekitar 2 minggu setelah menetas bagi Showa, 50 hari setelah menetas untuk Ogan, 60 hari untuk Kohaku dan Taisho-sanke. Benih yang cacat ditandai dengan warna merah, putih, atau hitam saja. Biasanya dari jumlah benih yang menetas, yang bagus hanya 10-20%. Seleksi kedua dilakukan untuk menentukan pola warna dan kualitas secara keseluruhan. Setelah selesai seleksi, makin sedikit benih terbaik yang masih tersisa.

Seleksi benih hanya bisa dilakukan dengan benar oleh mereka yang sudah dekat dengan koi. Penglihatan yang tajam diperlukan untuk mendapatkan benih-benih yang bagus kualitasnya.

Secara umum benih-benih koi yang lolos seleksi memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
— Badan dan siripnya normal, tidak cacat.
— Warna badannya sudah nampak menonjol, sesuai dengan varietasnya.
— Warna putih, merah, hitam atau kuning nampak jernih tidak tercampur dengan warna lain.

 Semoga berguna...

Sumber : www.caraternakikan.com

KOI for SALE

Asagi 25cm, price Rp.125.000,nego


Sushui 25cm, price Rp.125.000,nego

KOZI Fish Farm 
JL.BALONGAN INDAH , TANAH BARU, DEPOK
HP. 081380798998 (YOSSY)
or Email ke:
1001goldfish@gmail.com 

Lingkup usaha:
-PEMBUATAN KOLAM KOI
-RENOVASI KOLAM DAN FILTRASI
-PERAWATAN KOLAM DAN FILTRASI



BUTTERFLY OGON for SALE

BUTTERFLY OGON 25 cm , good condition.
Harga : 250.000,00
daerah Jakarta bisa diantar.Untuk pengiriman luar kota ditambah ongkos kirim.
Call 081380798998

SOLD..!!! thanx to Mr.William

KOZI FISH FARM DAN PERAWATAN KOI

Hai Koi mania,

Perkenalkan...KOZI Fish Farm dulunya bernama Kampoeng koi,yang sempat berhenti untuk beberapa waktu, karena adanya penataan manajerial.
Oleh karena itu di posting pertama ini saya ingin me-refresh tulisan saya sebelumnya tentang perawatan koi.Bagaimana perawatan koi yang bagus?

Ada hal-hal yang harus diperhatikan kalau ingin koi anda tetap dalam top performance, yaitu:

1.Perhatikan pemberian makanan.
   Untuk koi dibawah 15cm dianjurkan memberi pakan yang tidak mengandung zat pewarna, sehingga warna koi akan muncul alami dan semakin matang seiring usia.
Pilihlah makanan yang mempunyai merk terkenal, apalagi koi anda merupakan koi grade premium.
Jangan lupa perhatikan pola makan, jangan memberi makan sebelum pelet di kolam habis termakan karena akan membuat kaulitas air menurun.
Kalau air mulai terlihat keruh maka kolam harus dikuras dan ganti air baru.

2.Perhatikan kualitas air
   Hal terpenting dari terjaganya kualitas air adalah filtrasi.Jika filtrasi tidak normal maka kualitas air akan menurun dan akan membuat kondisi koi tidak bagus.
Bagaimana dengan air hujan?
Air hujan dapat membuat koi sakit jika intensitasnya sangat tinggi, dengan begitu suhu air kolam akan turun drastis.Cara yang bisa dipakai adalah dengan memanfaatkan filtrasi sedemikian rupa sehingga air hujan yang berada di permukaan bisa segera dibuang ke filtrasi.


3.Perhatikan kondisi koi
   Bagaimana mungkin koi kita sehat kalau waktu beli tidak diperhatikan kondisinya?Tanda-tanda ikan sehat adalah:
1.lincah
2.warna cerah,tidak kusam.
3.tidak terdapat luka atau cacat di badannya
4.tidak terdapat bercak-bercak merah di badan.

Itu adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat koi.
Bagi anda yang membutuhkan jasa perawatan kolam/koi silahkan hubungi ke:

081380798998 
atau Email ke
ariyossy@yahoo.com